Mengeluh itu biasa dalam kehidupan
sehari-hari. Mengeluh seringkali
merupakan pertanda tersumbatnya energi
positif untuk melakukan suatu
tindakan. Orang yang mengeluh biasanya tidak
tahu harus melakukan apa. Tapi ada juga orang yang suka mengeluh. Mengeluh
menjadi sebuah kebiasaan. Ada saja yang mereka keluhkan, termasuk hal-hal kecil
yang semestinya bisa mereka atasi. Orang seperti ini sebenarnya telah menyumbat
energi positif mereka dengan energi negatif, seperti kemalasan, kebosanan atau
keengganan.
Terlepas dari semua itu, pada saatnya kita akan didatangi
oleh seseorang dengan segudang keluhannya. Mungkin orang yang paling banyak kita
dengar keluhannya adalah pasangan kita, anak, saudara atau orang tua kita,
kemudian rekan kerja, bawahan, bahkan atasan dan tetangga. Bahkan, boleh jadi
kita akan mendengar keluhan dari orang-orang baru tidak kita kenal, seperti,
dalam kendaraan, di pasar, atau dimana pun. Jangan berkecil hati, pahami saja,
mengeluh itu jauh lebih mudah ketimbang melakukan tindakan. Hadapi saja
pengeluh-pengeluh itu. Berikut ada beberapa tips yang mudah-mudahan
berguna
bagi anda saat menghadapi keluhan orang lain.
1--Mengapa tidak menjadi
seorang yang lebih bijak?
Mendengar keluhan seringkali menyebalkan,
karena kita sendiri mungkin
mempunyai keluhan yang lebih banyak. Namun,
jangan keburu mengacuhkan
keluhan orang lain. Coba renungkan, mengapa
seseorang mengeluh pada anda?
Bukankah itu pertanda bahwa ia mempercayai
anda. Tidakkah sebaiknya kita mencoba bersikap lebih bijak dengan memperhatikan
keluhan tersebut.
2--Perhatikan dan dengarkan keluhan.
Pasti ada
sesuatu yang patut anda perhatikan di balik puluhan keluhan yang mengalir dari
ucapan seseorang. Dari ribuan keluhan, mungkin ada satu dua yang memang benar
adanya. Memang lebih banyak keluhan yang bisa dilupakan begitu saja. Namun,
dengan memperhatikan keluhan orang lain anda mengasah kepekaan terhadap perasaan
orang lain.
3--Menghargai perasaan orang lain.
Hadapi keluhan
orang lain dengan mencoba menghargai perasaan mereka. Tidak udah memang memahami
perasaan orang lain, namun jika anda cukup peka anda bisa menumbuhkan empati
anda terhadap mereka.
4--Jangan berpura-pura memperhatikan.
Tapi
jangan berpura-pura memperhatikan. Jika anda yakin bahwa keluhan mereka patut
diperhatikan, berikan perhatian yang tulus. Dengarkan dengan seksama, balas
tatapan mata mereka untuk menunjukkan bahwa anda sungguh-sungguh memperhatikan,
berikan sedikit sentuhan untuk menyatakan ketulusan anda.
5--Tak harus
memberikan nasihat.
Adakalanya seseorang mengeluh, dan tidak bermaksud
mencari nasehat. Mereka hanya ingin didengarkan. Persiapkan diri anda untuk
tidak memberikan nasehat. Anda takkan sungguh-sungguh tahu apa yang dialami dan
bagaimana mengatasinya. Cukup tunjukkan bahwa anda mengerti akan keluhan
mereka.
6--Lepaskan sumbat energi positifnya.
Namun jika anda tahu
apa yang sesungguhnya sedang dihadapi oleh sang
pengeluh, dan anda tahu
bagaimana sebaiknya menghadapi, ada baiknya anda memberikan saran. Semua itu
harus bertujuan untuk menyingkirkan energi negatif yang menyumbat energi
positifnya. Namun, sesungguhnya jarang kita benar-benar memahami apa yang
terjadi. Hanya berikan saran dan nasehat jika diminta.
7--Jika anda tak
punya cukup waktu...
Anda tahu anda harus memperhatikan keluhan mereka,
namun anda tak punya cukup waktu. Usahakan anda tetap menerima keluhan mereka,
namun dengan sungguh-sungguh katakan bahwa anda tak punya waktu. Janjikan
padanya waktu senggang dimana anda bisa menerima keluhan mereka.
8--Jika
keluhan itu sudah menjadi pengganggu...
Jika si pengeluh ternyata hanya
menghabiskan waktu anda, maka jangan ragu untuk mengatakan bahwa anda tak punya
waktu untuk keluhan itu. Tunjukkan kepada siapa ia seharusnya mengadukan
keluhannya. Ini perlu anda keluhkan, agar anda tidak perlu mengeluh setelah itu.
Sumber: Menghadapi Keluhan Orang Lain
0 comments:
Post a Comment